Laman

Rabu, 12 Maret 2014

Tidak Lupa tapi Membekas dalam Kenangan



Awal bergabung di lingkaran cahaya itu…gak inget kapan
Awal bertemu mereka itu…juga gak tau kapan
Yang pasti, aku bergabung dan bertemu mereka pada suatu lingkaran cahaya itu saat gabung ROHIS
:)

Pernah dan bahkan sering juga sih, kapan awalnya dipertemukan dengan mereka di lingkaran cahaya
Mengingat-ingat juga tempat, waktu, saat sedang ngapain,…
Tapi yaa, lupa!
Gak inget sama sekali..
Karna yang aku ingat, setiap pekannya..tiap hari sabtu, kami selalu menyempatkan diri, selalu hadir di lingkaran cahaya itu.

Selang berapa lamanya bersama…
Masih ada rasa, ko bisa yaa bergabung dengan lingkaran ini?
Hanya satu jawaban, ini skenario Allah :)
Jadi teringat akan doa kepada-Nya, bahwa saat SMA ini ingin sekali dipertemukan dengan orang-orang yang shalih, ingin sekali bisa diajak ke hal-hal yang kebaikan, dan tentunya ingin sekali gabung dengan Rohis karena saat SMP gak nerusin sampe akhir.
Eeh pas udah gabung di Rohis SMAN6, ternyata gak Cuma blajar ngaji, tajwid, buat kaligrafi aja!
Disini kita diajarkan bagaimana ber-Organisasi!
Subhanallah banget deh!

Di lingkaran ini memiliki karakter yang berbeda-beda. Mulai dari
Seorang yang suka cerita, tapi dia ketawa duluan sebelum menyelesaikan ceritanya. Eeh pas ending, garing! Tapi, dia mengajarkan aku untuk berani cerita. --> Mita

Ada lagi yang cereweeet banget, kalo cerita itu tanda koma (,) dan titik (.) diterobos! Yang diinget, kalo tiap cerita suka mukul-mukulin paha disebelahnya, rok SMA pun dia pukulin! Tapi, dia mengajarkan aku untuk berani berbicara. --> Meilinda

Terus juga ada yang keibuan banget, kalo dia udah sekali ngomong, kata-kata yang keluar dari mulutnya itu kata-kata bijak. Inget pas MABUK (Malam Bina Ukhuwah), kata-kata yang ia lontarkan ke kita pas udah puncaknya gak bener  pas sesi sharing, dialah yang bijak! Masya Allah. Dia mengajarkan aku untuk berbahasa bijak. --> Nada

Ada juga yang kritis dan manja. Unik deh yang satu ini. Belum paham banget sih dengan yang satu ini, tapi dialah sosok yang mengajarkan aku untuk kritis terhadap berbagai hal. --> Onya

Yang lain juga ada yang sosoknya tuh adem bangeeet, lembut tutur bahasanya, dia selalu berhati-hati jika ingin berbicara. Itu sih yang aku tangkep, dan dia mengajarkan aku untuk lemah lembut. --> Salsa

Lanjut ke pribadi yang selalu ingin dianggap dewasa oleh orang lain, aku sih melihatnya kalo dia masih bocah tapi dewasa. Tapi ya gitu, aneh jadinya. Dan dia juga yang selalu berani untuk berbicara kalo di saat yang lain gak fokus, banyak tertawa, ngejek, dsb..dialah yang awwalan bilang untuk “ayo dong jangan banyak ketawa”. Tapi, dia mengajarkan aku untuk berpikir dewasa. --> Lana

Juga ada pribadi yang selalu ceria. Walopun sakit bisa tertawa, hanya saja tidak seperti dia lagi sehat. bisa nyontoh cara bicara orang lain. Cara ngomongnya Syahrini pun dia bisa ikutin. Tapi, dia kelihatan aneh dan lucu malahan saat harus diam dan kalem. Itu gak berujung lama, yaa paling ada 5 menit. Abis itu dia cerita-cerita lagi deh. Dan dia mengajarkan aku supaya bisa menembus segala apa yang dirasa sendiri dan tetap ceria. --> Shofi

And finally, dia itu fleksibel. Bisa menempatkan dirinya ke usia berapapun. Dia orang yang bisa memberi nasihat ke orang lain dengan cara menempatkan dirinya sebagai teman. Dia mengajarkan aku untuk tegar dan melihat suatu kondisi dari berbagai sudut pandang. --> Lila

Dan, diantara kita semua ada satu Ibu dalam lingkaran cahaya ini. Dia tegas. Saat sesi cerita-cerita sudah terlalu lama dan harus masuk ke sesi materi, dia diam. Tanda bahwa kita harus menyudahinya dan lanjut untuk mendengarkan materi. Buat aku, dia mengajarkan aku untuk berperilaku tegas. --> Teh Dian.

Kalem dan pendiem…itulah yang ada pada diriku *katamereka

Ohya, aku memiliki keluarga kedua jadinya disini. Mereka memperlakukan aku layaknya saudara, teman. Belum pernah sekalipun aku dimarahi oleh mereka. Karna mereka tau bahwa aku tidak bisa dimarahi. Mereka tau bahwa dengan cara haluslah yang harus dihadapi. Yaa, dengan ketegasanlah nan lembut yang mereka terapkan.
Kalopun ada teguran, yaa itu membuat aku semakin memperbaiki sifat atau sikap atau perilaku agar semakin baik dan tidak diulangi.

Aku senang berada di lingkaran cahaya ini, yang diberi nama -->  Haura
Aku memang memiliki keterbasan gerak, keterbatasan berbicara, keterbatasan cerita, keterbataan keuangan, keterbatasan ilmu.
Tapi, aku selalu ber-syukur bertemu dengan haura.
Karena disinilah aku banyak belajar hal.

Dari segi ekonomi, mereka bisa menambahkan amal kebaikannya dengan membantu aku. Karena dengan begini, kita sama-sama dicatat oleh Allah. Mereka membantu aku dari aspek financial, dan aku membantu menengadahkan tangan untuk selalu berdoa dan bersyukur karena bisa saling bermanfaat.

Dari segi berbicara tentang cerita-cerita yang disampaikan. Mereka selalu bisa menyampaikan apa yang pernah dialami atau orang lain. Kadang membuat sedih, tapi yang sering membuat tertawa. Yaa walopun aku hanya ikut tertawa saja, tapi aku senang bisa merasakan kehangatan dan kebersamaan bersama lingkaran cahaya ini.

Itu dua hal dari yang lainnya. Dan masih banyak lagi.

Aku memang tidak ingat betul kapan pertama kali kita bisa digabungkan dalam lingkaran cahaya ini. Tapi aku selalu ingat bahwa kenangan di lingkaran ini selalu ada, selalu membekas, ini menjadi suatu kenangan yang tidak terhapuskan.

Rindu dengan kalian semua, lingkaran cahaya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar