Laman

Senin, 10 Februari 2014

GENTENG DAN SYUKUR

Ini tentang hikmah atas karunia Allah swt. karena masih dalam lindunganNya.

Beberapa pekan ini, bumi diguyur oleh rintik-rintik air hujan yang kadang kecil (gerimis) kadang juga besar (lebat dan deras). Di sela-sela air hujan turun dan memasuki rumah alias the bocor yang telah bersahabat, dihadapi dengan penuh kesyukuran.

Dengan syukur kepada Allah atas rahmat yang diberikan, lelah, keluh kesah, sabar, tabah, semuanyaa...tetap bersyukur. :)


Suatu malam, hujan udah sedikit reda dan meninggalkan bekas air yang masih turun melalui genteng dan atap yg bocor tersebut.
Kala itu memang sedang banyak tugas, malam pun dibabat bermelek-melekan menyelesaikan tugas. Iis udah terlelap tidur yang agak berdempet ke tepi kasur. Sementara tengah kasur dialasi dengan plastik dan kain lap untuk mewadahi air yang turun.
Kasiaan banget ngeliatnya, biasanya berlega-legaan tidurnya lah ini malah harus sempit dempet gitu

Posisi Lis dimana? Tentunya di lantai dekat kasur. Sambil menjaga Iis yang tidur, agar gak terkena air yang jatuh dari atap. Walaupun sempit and kecil tempatnya..harus penuh bersyukur! :) :)
Agak gak enak sih, pas lagi ngantuk banget banget harus tidur di pinggir kasur senderan ke lemari. Agak pegel juga, tapi yaa inilah hidup, yang harus dijalani dan dihadapi.

Allah sangat Penyayang, sangat Mengetahui apa yang dirasakan oleh hambanya. Karena apa?
Diluar sana, di Jakarta, disana bukan hanya air yang jatuh ke dalam rumahnya karena bocor, tapi juga melalui pintu karena banjir.

Jadi, tidak perlu disesali atas sedikitnya cobaan Allah ini. Karena diluar sana ada yang lebih menderita dari yang dihadapi saya.

Mungkin aja ini adalah awal kesuksesan, awal untuk mendapatkan yang lebih baik lagi.


#hikmahhidup

Tidak ada komentar:

Posting Komentar