Laman

Minggu, 20 April 2014

Rihlah

Ingat kata rihlah, pasti teringat akan perjalanan ke Masjid at-Ta'awun saat aku masih kelas XI SMA.
Tepatnya saat aku bergabung dengan Rohis Al-Hadistiyah. Ada suatu hal yang tak pernah terlupakan!
Kita semua rihlah kesana hanya untuk mencapai satu tujuan! Sholat di Masjid at-Ta'awun!
Tapiii, perjalanannya itu yang tak akan terlupakan.
Kita semua digiring dan ditemani kakak-kakak ILMA yang baik hati saat berjalan menuju puncak. Melewati kebun teh, sungai yang airnya dingin, berfoto bareng, berteduh saat hujan turun dengan izin Allah swt. Daaan, aku sangat appreciated pada seorang teman, Riyanti Pramita, yang biasa dipanggil Mita. Karena dia adalah penunjuk jalanku, yang rela menggandeng aku saat pandangan mata tidak jelas, dan dia adalah satu-satunya teman yang menyemangati aku disaat keinginan untuk pulang dan tidak jadi ikut berangkat Rihlah bersama Rohis yang disebabkan sedang sakit mata. :( Mita berhasil membujukku, hingga akhirnya aku mempunyai kenangan terindah bersama Rohis.
Salah satu kenangan yang paling dan sangaaat diingat yaitu, Milad yang ke-17 tahun ditemani Rohis dan ILMA beserta angkotnya ditemani udara malam hingga akhirnya bermalam di angkot karena jalan ditutup *KarenaPakSBYlewat* dengan perut yang keroncongan.
Walaupun begitu, akhirnya kami semua pulang dengan keadaan sehat wal afiat, tepat sebelum shubuh kami semua sudah tiba di Bogor. Alhamdulillah :) :) :)



Cerita tentang Rihlah saat ROHIS ini yang tak akan pernah dilupakan.
***

Seusai syuro kemarin, ada rasa senang dan rindu. Walaupun sering bersua di sosmed, tapi hanya dengan tatap muka dengan wajah-wajah para Mujahid/ah-lah yang dapat mengobatinya. Aku merasa disinilah aku banyak mendapatkan Ilmu, mendapatkan ketenangan, dan tentunya merasakan keikhlasan dari ke semua hal yang dapat membuatku nyaman. Dan menurutku tujuannya satu, lillahi ta'ala dan mencetak generasi baru.
Aku merasa bukan sedang kerja kalau berada di ILMA, tapi Belajar.
Belajar mengatur waktu
Belajar mengatur administrasi dan keuangan
Belajar berbagai hal yang membuatku semakin belajar (lagi)
Ada satu hal yang didapatkan, "Kita sama-sama tau kalau di antara kita semua memang sibuk. Dan sesibuk apapun keadaan kita, kita harus belajar pada orang yang sibuk tetapi bisa meluangkan waktu untuk hadir syuro atau kegiatan yang lainnya."

Nah, ada satu kesimpulan dari pertemuan kemarin. RIHLAH!
Jika di Rohis Rihlah ke Masjid at-Ta'awun. Maka ILMA ke?
Dan semoga cerita tentang Rihlah saat berada di ILMA [forumAlumni] juga akan menambah daftar kenangan yang tak akan pernah terlupakan. *ComingSoon*

Sabtu, 19 April 2014

Harus Tahan. Yakin!

Dengan kegiatan baru yang ku jalani pada program Beasiswa Al-Bunyan => Rumah Quran. Kegiatan ini sama saja dengan program Tahsin yang sudah pernah ku jalani selama 2,5 tahun belakangan ini. Awalnya, aku merasa senang karena bakal ada yang meng-upgrade (lagi) untuk hafalan Quran ku. Dan merasa semangat untuk menghadiri kegiatan Tahfidz ini. Karena dengan begitu, aku bisa menambah jumlah hafalan ku. Memang, belum banyak yang dihafal. Tapi Insyaa Allah dengan tekad kuat, aku bisa lebih banyak berinteraksi dengan al-Quran

Ada suatu hal yang tidak bahkan sangat tidak disukai dari kegiatan ini
Karena pengajarnya?
Bukan!
Karena tempatnya yang jauh?
Bukan!
Karena temennya banyak peserta dari almamater universitas yang sama?
Bukan!
Tapi, karena waktu yang dijadwalkan dan diharuskan!
YA!

Ingin sekali berontak untuk negosiasi agar tidak ketat penjadwalannya
Tapi, aku belum bisa
Ingin sekali bolos sekaliii saja *menjadi anak yang nakal pada aturan*
Tapi, selalu ingat akan keadaan ekonomi keluarga
Jika aku ditegur oleh pihak yang memiliki Beasiswa ini, maka nanti akan dipotong dalam pendapatan Beasiswa
Kalau sampai begitu, kasihan orangtua *dalam hal ekonomi* nanti malah gakbisa bantu biaya kuliah.
Yasudah, merekalah yang menjadi penyemangat dalam segala aktivitasku. Dan aku selalu meminta kekuatan dari Allah swt untuk diberikan hati yang legowo, ikhlas, supaya barokah, supaya sehat selalu, dalam menjalani semua aktivitas yang dijalani.
Insyaa Allah, rezeki Allah itu pasti.
Yakin!

Kamis, 17 April 2014

Malu

terkadang aku malu
pada diri ini yang belum bisa berbuat sesuatu yang baik.
melahirkan insan yang penuh dengan ketakwaan dan keimanan pun masih dasar, bahkan masih minus. (ya Allaah)
karena, dalam kesehariannya pun aku masih belum banyak bersyukur atas nikmat yang diberikan Allah padaku.
dalam diri sendiri pun masih terlalu sering mendzaliminya.
dzalim saat lapar dan haus, diterobos dengan aktivitas yang nilainya hanya menghabiskan waktu dengan sia-sia.
dzalim saat diri ini membutuhkan ilmu agama, diterobos dengan aktivitas yang hanya banyak mengobrol dan canda tawa bersama teman-teman.
dzalim saat diri ini masih saja malas dengan pekerjaan rumah, diterobos dengan banyaknya menonton televisi dan main asyik bersama layar handphone.
ya allaah, terlalu banyak waktu yang kusia-siakan...

terkadang aku malu
kepada mereka yang selalu punya waktu banyak untuk keluarga mereka.
kepada mereka yang rajin membantu pekerjaan orangtuanya di rumah.
kepada mereka yang punya waktu untuk banyak berinteraksi dengan al quran dan buku yang mendalami ilmu pengetahuan.
kepada mereka yang setiap pekannya memiliki waktu untuk mendengarkan dan bercengkrama akrab adik-adik binaannya

aku malu, malu..
karena waktu luangku habis hanya untuk memikirkan kenangan-kenangan yangterjadi di masa lalu.
kenangan yang indah walaupun menyakitkan.
kenangan yang buruk dan mendapatkan teguran walaupun itu demi kebaikan.
seharusnya aku sadar bahwa kenangan yang tak akan pernah hadir kembali, hanya dapat dijadikan guru dalam perjalanan hidup ke depannya.

terkadang aku malu
kepada diri ini, yang pernah melakukan hal-hal yang memang seharusnya tidak dilakukan.
tapi aku tahu, bahwa semua itu adalah titik pelajaran yang dapat diambil untuk tidak diulangi kembali.

dan terkadang aku malu
kepada mereka yang selalu banyak bercerita dengan banyak bersujud kepada-Nya dibandingkan dengan meminta bahu orang lain untuk bercerita.
aku malu...

Kamis, 27 Maret 2014

Tetap Bersyukur ...

Lamanya tinggal di tempat yang sebelumnya, mengisahkan banyak kenangan
Mulai masih kanak-kanak yang bandel, suka main-main diajak kawan hingga ke sungai dan sawah
Sampai usia menginjak 20 tahun.
Teringat akan tempat tinggal yang berpetak-petak, keadaan yang menurutku masih sangat beruntung dengan orang-orang diluar sana..
Banyak hal yang kudapat dari sana.
Tetap sabar ketika atap yang bocor saat hujan turun...
Tetap tenang ketika masalah ekonomi keluarga menghampiri...
Tetap menyebut asma-Nya ketika ada binatang masuk ke dalam rumah...
Mulai dari ular yang ada di bawah lemari, di dalam kamar mandi, hal itulah yang membuatku dengan binatang yang melata...
Tetap sabar ketika kamar mandi masih setengah atap genteng dan setengah atap langit...
Dan aku tetap bersyukur ketika di tempat yang baru, kamar mandi sudah memakai atap genteng walaupun masih belum ada pintu layaknya pintu pada umumnya...
Aku tetap bersyukur masih bisa bersyukur atas Nikmat-Nya... :)

Rabu, 26 Maret 2014

Gairah Cinta dan Kelesuan Ukhuwah

Inspirasi dari sebait catatan nasihat
(Alm) Ustadz Rahmat Abdullah

Gairah Cinta dan Kelesuan Ukhuwah

Setiap kita akan senantiasa diuji oleh Allah SWT pada titik-titik kelemahan kita.

✅Orang yang lemah dalam urusan uang namun kuat terhadap fitnah jabatan dan wanita
tidak akan pernah diuji dengan wanita atau jabatan.

✅Tetapi orang yang lemah dalam urusan wanita namun kuat dalam urusan uang
tidak akan pernah diuji dengan masalah keuangan.

✅Orang yang mudah tersinggung dan gampang marah akan senantiasa dipertemukan oleh Allah dengan orang yang akan membuatnya tersinggung dan marah sampai ia
bisa memperbaiki titik kelemahannya itu sehingga menjadi tidak mudah tersinggung dan tidak pemarah.

✅Orang yang selalu berlambat-lambat menghadiri pertemuan forum dakwah karena alasan istri, anak, mertua, atau tamu akan senantiasa dipertemukan dengan perkara ‘mertua datang,
tamu datang silih berganti’ di saat ia akan berangkat .. terus begitu sampai ia memilih prioritas bagi aktivitasnya apakah kepada dakwah atau kepada perkara-perkara lain.

✅Kita semua harus memahami dan mengatasi segala kelemahan diri di jalan dakwah ini. Ingatlah, mushaf Al-Quran tidak akan pernah terbang sendiri kemudian datang dan
memukuli orang-orang yang bermaksiat.

✅Sungguh teramat merugi...mereka yang mengikuti hawa nafsu kemudian pergi meninggalkan kebersamaan dlm dakwah ilallah, tanpa mau bersabar sebentar dalam ujian keimanan. Tanpa mau mencoba bertahan sebentar dalam dekapan ukhuwah..

✅Dan sungguh, Kecewa itu biasa dan manusiawi' yang luar biasa, siapa saja yang mampu beristighfar dan lalu berlapang dada serta bertawakkal pada-Nya.

✅Memang... Dakwah ini berat...
Karenanya ia hanya mampu dipikul oleh mereka yang
memiliki hati sekuat baja..
Memiliki kesabaran lebih panjang dari usianya.
Memiliki kekuatan yang berlipat.
Memiliki keihklasan dalam beramal yang meninggi.
Memiliki ketabahan seluas lautan, memiliki keyakinan sekokoh pegunungan.

✅Siapapun takan pernah bisa bertahan...melalui jalan dakwah ini...mengarungi jalan perjuangan...kecuali dengan KESABARAN!!!

✅Karenanya... Tetaplah disini...dijalan ini...bersama kafilah dakwah ini.
Seberat apapun perjalanan yang harus ditempuh...sebesar apapun pengorbanan untuk menebusnya...tetaplah disini...

✅Buanglah hawa nafsu dalam mengarungi perjalanannya, karena telah banyak yang berguguran karenanya.
Gandenglah selalu iman kemana saja kita melangkah, karena iman akan menjagamu setiap waktu.

✅Seburuk apapun, sekeruh apapun kondisi kapal layar kita, jangan lah sekali2 mencoba untuk keluar dari kapal layar ini dan memutuskan berenang seorang diri...karena pasti kau akan kelelahan dan memutuskan menghentikan langkah yang pada akhirnya tenggelam disamudra kehidupan...

✅Jika bersama dakwah saja...kau serapuh itu...bagaimana mungkin dengan seorang diri?? Sekuat apa kau jika seorang diri...???


- Postingan dari FB YukLiqo -

Selasa, 25 Maret 2014

mungkin harus cerdas

Tugas kuliah bukanlah hal yang harus dijadikan beban yang terberat dalam hidup.
Banyaknya tugas yang diberikan oleh dosen kepada mahasiswanya bukan dijadikan hal untuk merasa di zholimi.
Tapi jadikanlah ia sebagai hal untuk meningkatkan kadar kecerdasan kita (sebagai mahasiswa) dalam mengatur kesemuanya supaya teratur dan terselesaikan dengan baik.
Dengan menerapkan beberapa materi kuliah yakni administrasi dan manajemen pendidikan dalam kehidupan sehari-hari.
Hal yang kita lakukan dalam kesehariannya, harus di manage dengan baik.
Jadi, dengan banyaknya tugas serta amanah yang dipikul...dapat terselesaikan dengan tepat jika kita cerdas me-manage-nya.

Jika kita bisa mengerjakan ibadah tahajjud tepat pada waktunya, agar bisa menikmati indahnya kebersamaan bersama Allah swt. yang tercantum pada firman-Nya:
"Sesungguhnya bangun di waktu malam adalah lebih tepat (untuk khusyuk) dan bacaan di waktu itu lebih berkesan." (Al-Muzzamil: 6)
Maka, dalam hal tugas dan amanah yang kita pikul pun harus tepat pada waktunya untuk dikerjakan...

Mungkin memang harus cerdas...
Mungkin memang harus dikerjakan...
Mungkin memang harus diatur...
Dan memang harus cerdas untuk mengerjakan kesemuanya dari tugas kuliah, tugas sebagai anak, tugas sebagai hamba Allah swt., juga diatur.

Jumat, 21 Maret 2014

Dibalik Kesedihan ada Ukhuwah yang Baru

Dalam 3 hari yang penuh dengan kesedihan
Walaupun tidak larut di dalamnya, tapi kesedihan itu muncul
Apalagi ketika membacanya berulang-ulang

Pertama, harus dipindahkan dari grup yang setiap harinya harus menyelesaikan tilawah AlQuran sebanyak 1Juz
Padahal baru saja bergabung ketika pertengahan bulan Desember lalu
Dengan adanya yang menjembatani bergabung bersama komunitas ini alah supaya dapat istiqamah
Memang, sebelum bergabung belum sering menyelesaikan tilawah 1juz dalam 1hari, yaa baru 1minggu kira-kira
Dan alhamdulillah, setelah bergabung bisa istiqamah *Mudah2anTerusSampaiSetelahAcaraGL*
Kedua, harus dipindahkan ketika baru saja +- 1tahun bersama, padahal baru saja nyaman
Hal kedua inilah yang rasanya sedih sangat

Tapi, inilah yang harus dilalui.
Insyaa allah makin banyak  ukhuwah yang didapatkan ketika memang seharusnya dipindahkan.

Ada renungan dari seorang kaka *yangBiasaKupanggilDenganSebutan *mba
Perpisahan itu belum tentu melemahkan...
Mungkin akan malah menguatkan...
Salah satu ciri manusia yang dicintai oleh Allah...
Adalah mereka yang bertemu dan berpisah dalam rangka ketaatan kepada Allah...
Bersihkan hati...
Lakukan ibadahmu karena RabbMu...
"Ini hanya perpisahan di dunia... Sedihlah jika berpisah karena akhirat"