Laman

Rabu, 28 Mei 2014

izzah



Bismillahirrahmaanirraahiim

Manusia adalah makhluk sosial yang membutuhkan orang lain sesuai dengan fitrahnya. Yakni kita butuh bergaul, butuh teman, bersenda gurau, dan yang lainnya. Yang menjadi masalah adalah penjagaan diri kita terhadap yang bukan mahramnya. Dengan kita banyak berinteraksi dengan lawan jenis, maka harus banyak pula kita menjaga diri kita, menjaga izzah kita.
Izzah ialah sebuah harga diri yang mulia dan agung, karenanya harus ada menghiasi setiap relung jiwa seorang Muslim, apalagi Muslimah. Izzah adalah kehormatan perempuan sebagai seorang muslimah.
Memang, banyak teman yang mengatakan sulit dalam pelaksanaannya. Misalnya, berjabat tangan.
Seorang temanku, panggil dia Ani. Dia bersalaman dengan lawan jenisnya, panggil dia Andi. Memang, Andi duluan yang menyodorkan tangannya untuk salaman. Dan diterima oleh Ani. Alhasil, mereka berjabat tangan. Padahal mereka bukan mahramnya. Selain mereka, ada teman yang melihatnya, ikhwan, panggil saja dia Ahmad. Dia menegur Ani, “Kan antum seorang wanita, yang mengerti agama, mana izzahnya?”
Ani yang mendengarnya langsung ber-Istighfar.

Nah, hal kecil seperti ini harus diperhatikan. Apalagi jika kita berada dalam lingkungan Islami, latar pendidikan yang Islami pula, belajar mengenai agama, materi pelajaran tentang agama pula.
Disini, penulis tidak bermaksud untuk sok alim dan apalah itu..
Tapi hanya sedikit risih melihatnya.
Sadarkah hai Muslimah, bahwa izzah mu sangat berharga? Seharusnya, perjuangkan ia dalam kenyataan di duniawimu. Benar, menjaga ukhuwah itu penting. Tapi apakah harus mengorbankan izzah mu terhadap yang bukan mahrammu? Dengan berjabat tangan seperti itu?
Ya Allaah…
Masya Allaah…
Harus sabar…

***

Insyaa Allah, dengan perlahan…jika kita memulai untuk menjaganya, maka Allah pun akan menjaga kita..
Semoga, Allah selalu melindungi kita, para Muslimah, dalam menjaga izzah kita. Aamiin.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar