Bismillahirrahmaanirraahiim
Manusia adalah
makhluk sosial yang membutuhkan orang lain sesuai dengan fitrahnya. Yakni kita
butuh bergaul, butuh teman, bersenda gurau, dan yang lainnya. Yang menjadi
masalah adalah penjagaan diri kita terhadap yang bukan mahramnya. Dengan kita
banyak berinteraksi dengan lawan jenis, maka harus banyak pula kita menjaga
diri kita, menjaga izzah kita.
Izzah ialah
sebuah harga diri yang mulia dan agung, karenanya harus ada menghiasi setiap
relung jiwa seorang Muslim, apalagi Muslimah. Izzah adalah kehormatan perempuan
sebagai seorang muslimah.
Memang,
banyak teman yang mengatakan sulit dalam pelaksanaannya. Misalnya, berjabat
tangan.
Seorang temanku,
panggil dia Ani. Dia bersalaman dengan lawan jenisnya, panggil dia Andi. Memang,
Andi duluan yang menyodorkan tangannya untuk salaman. Dan diterima oleh Ani. Alhasil,
mereka berjabat tangan. Padahal mereka bukan mahramnya. Selain mereka, ada
teman yang melihatnya, ikhwan, panggil saja dia Ahmad. Dia menegur Ani, “Kan
antum seorang wanita, yang mengerti agama, mana izzahnya?”
Ani yang
mendengarnya langsung ber-Istighfar.
Nah, hal
kecil seperti ini harus diperhatikan. Apalagi jika kita berada dalam lingkungan
Islami, latar pendidikan yang Islami pula, belajar mengenai agama, materi
pelajaran tentang agama pula.
Disini,
penulis tidak bermaksud untuk sok alim dan apalah itu..
Tapi hanya
sedikit risih melihatnya.
Sadarkah hai
Muslimah, bahwa izzah mu sangat berharga? Seharusnya, perjuangkan ia
dalam kenyataan di duniawimu. Benar, menjaga ukhuwah itu penting. Tapi apakah
harus mengorbankan izzah mu terhadap yang bukan mahrammu? Dengan berjabat
tangan seperti itu?
Ya Allaah…
Masya Allaah…
Harus sabar…
***
Insyaa Allah,
dengan perlahan…jika kita memulai untuk menjaganya, maka Allah pun akan menjaga
kita..
Semoga,
Allah selalu melindungi kita, para Muslimah, dalam menjaga izzah kita. Aamiin.