Laman

Kamis, 27 Maret 2014

Tetap Bersyukur ...

Lamanya tinggal di tempat yang sebelumnya, mengisahkan banyak kenangan
Mulai masih kanak-kanak yang bandel, suka main-main diajak kawan hingga ke sungai dan sawah
Sampai usia menginjak 20 tahun.
Teringat akan tempat tinggal yang berpetak-petak, keadaan yang menurutku masih sangat beruntung dengan orang-orang diluar sana..
Banyak hal yang kudapat dari sana.
Tetap sabar ketika atap yang bocor saat hujan turun...
Tetap tenang ketika masalah ekonomi keluarga menghampiri...
Tetap menyebut asma-Nya ketika ada binatang masuk ke dalam rumah...
Mulai dari ular yang ada di bawah lemari, di dalam kamar mandi, hal itulah yang membuatku dengan binatang yang melata...
Tetap sabar ketika kamar mandi masih setengah atap genteng dan setengah atap langit...
Dan aku tetap bersyukur ketika di tempat yang baru, kamar mandi sudah memakai atap genteng walaupun masih belum ada pintu layaknya pintu pada umumnya...
Aku tetap bersyukur masih bisa bersyukur atas Nikmat-Nya... :)

Rabu, 26 Maret 2014

Gairah Cinta dan Kelesuan Ukhuwah

Inspirasi dari sebait catatan nasihat
(Alm) Ustadz Rahmat Abdullah

Gairah Cinta dan Kelesuan Ukhuwah

Setiap kita akan senantiasa diuji oleh Allah SWT pada titik-titik kelemahan kita.

✅Orang yang lemah dalam urusan uang namun kuat terhadap fitnah jabatan dan wanita
tidak akan pernah diuji dengan wanita atau jabatan.

✅Tetapi orang yang lemah dalam urusan wanita namun kuat dalam urusan uang
tidak akan pernah diuji dengan masalah keuangan.

✅Orang yang mudah tersinggung dan gampang marah akan senantiasa dipertemukan oleh Allah dengan orang yang akan membuatnya tersinggung dan marah sampai ia
bisa memperbaiki titik kelemahannya itu sehingga menjadi tidak mudah tersinggung dan tidak pemarah.

✅Orang yang selalu berlambat-lambat menghadiri pertemuan forum dakwah karena alasan istri, anak, mertua, atau tamu akan senantiasa dipertemukan dengan perkara ‘mertua datang,
tamu datang silih berganti’ di saat ia akan berangkat .. terus begitu sampai ia memilih prioritas bagi aktivitasnya apakah kepada dakwah atau kepada perkara-perkara lain.

✅Kita semua harus memahami dan mengatasi segala kelemahan diri di jalan dakwah ini. Ingatlah, mushaf Al-Quran tidak akan pernah terbang sendiri kemudian datang dan
memukuli orang-orang yang bermaksiat.

✅Sungguh teramat merugi...mereka yang mengikuti hawa nafsu kemudian pergi meninggalkan kebersamaan dlm dakwah ilallah, tanpa mau bersabar sebentar dalam ujian keimanan. Tanpa mau mencoba bertahan sebentar dalam dekapan ukhuwah..

✅Dan sungguh, Kecewa itu biasa dan manusiawi' yang luar biasa, siapa saja yang mampu beristighfar dan lalu berlapang dada serta bertawakkal pada-Nya.

✅Memang... Dakwah ini berat...
Karenanya ia hanya mampu dipikul oleh mereka yang
memiliki hati sekuat baja..
Memiliki kesabaran lebih panjang dari usianya.
Memiliki kekuatan yang berlipat.
Memiliki keihklasan dalam beramal yang meninggi.
Memiliki ketabahan seluas lautan, memiliki keyakinan sekokoh pegunungan.

✅Siapapun takan pernah bisa bertahan...melalui jalan dakwah ini...mengarungi jalan perjuangan...kecuali dengan KESABARAN!!!

✅Karenanya... Tetaplah disini...dijalan ini...bersama kafilah dakwah ini.
Seberat apapun perjalanan yang harus ditempuh...sebesar apapun pengorbanan untuk menebusnya...tetaplah disini...

✅Buanglah hawa nafsu dalam mengarungi perjalanannya, karena telah banyak yang berguguran karenanya.
Gandenglah selalu iman kemana saja kita melangkah, karena iman akan menjagamu setiap waktu.

✅Seburuk apapun, sekeruh apapun kondisi kapal layar kita, jangan lah sekali2 mencoba untuk keluar dari kapal layar ini dan memutuskan berenang seorang diri...karena pasti kau akan kelelahan dan memutuskan menghentikan langkah yang pada akhirnya tenggelam disamudra kehidupan...

✅Jika bersama dakwah saja...kau serapuh itu...bagaimana mungkin dengan seorang diri?? Sekuat apa kau jika seorang diri...???


- Postingan dari FB YukLiqo -

Selasa, 25 Maret 2014

mungkin harus cerdas

Tugas kuliah bukanlah hal yang harus dijadikan beban yang terberat dalam hidup.
Banyaknya tugas yang diberikan oleh dosen kepada mahasiswanya bukan dijadikan hal untuk merasa di zholimi.
Tapi jadikanlah ia sebagai hal untuk meningkatkan kadar kecerdasan kita (sebagai mahasiswa) dalam mengatur kesemuanya supaya teratur dan terselesaikan dengan baik.
Dengan menerapkan beberapa materi kuliah yakni administrasi dan manajemen pendidikan dalam kehidupan sehari-hari.
Hal yang kita lakukan dalam kesehariannya, harus di manage dengan baik.
Jadi, dengan banyaknya tugas serta amanah yang dipikul...dapat terselesaikan dengan tepat jika kita cerdas me-manage-nya.

Jika kita bisa mengerjakan ibadah tahajjud tepat pada waktunya, agar bisa menikmati indahnya kebersamaan bersama Allah swt. yang tercantum pada firman-Nya:
"Sesungguhnya bangun di waktu malam adalah lebih tepat (untuk khusyuk) dan bacaan di waktu itu lebih berkesan." (Al-Muzzamil: 6)
Maka, dalam hal tugas dan amanah yang kita pikul pun harus tepat pada waktunya untuk dikerjakan...

Mungkin memang harus cerdas...
Mungkin memang harus dikerjakan...
Mungkin memang harus diatur...
Dan memang harus cerdas untuk mengerjakan kesemuanya dari tugas kuliah, tugas sebagai anak, tugas sebagai hamba Allah swt., juga diatur.

Jumat, 21 Maret 2014

Dibalik Kesedihan ada Ukhuwah yang Baru

Dalam 3 hari yang penuh dengan kesedihan
Walaupun tidak larut di dalamnya, tapi kesedihan itu muncul
Apalagi ketika membacanya berulang-ulang

Pertama, harus dipindahkan dari grup yang setiap harinya harus menyelesaikan tilawah AlQuran sebanyak 1Juz
Padahal baru saja bergabung ketika pertengahan bulan Desember lalu
Dengan adanya yang menjembatani bergabung bersama komunitas ini alah supaya dapat istiqamah
Memang, sebelum bergabung belum sering menyelesaikan tilawah 1juz dalam 1hari, yaa baru 1minggu kira-kira
Dan alhamdulillah, setelah bergabung bisa istiqamah *Mudah2anTerusSampaiSetelahAcaraGL*
Kedua, harus dipindahkan ketika baru saja +- 1tahun bersama, padahal baru saja nyaman
Hal kedua inilah yang rasanya sedih sangat

Tapi, inilah yang harus dilalui.
Insyaa allah makin banyak  ukhuwah yang didapatkan ketika memang seharusnya dipindahkan.

Ada renungan dari seorang kaka *yangBiasaKupanggilDenganSebutan *mba
Perpisahan itu belum tentu melemahkan...
Mungkin akan malah menguatkan...
Salah satu ciri manusia yang dicintai oleh Allah...
Adalah mereka yang bertemu dan berpisah dalam rangka ketaatan kepada Allah...
Bersihkan hati...
Lakukan ibadahmu karena RabbMu...
"Ini hanya perpisahan di dunia... Sedihlah jika berpisah karena akhirat"

Rabu, 12 Maret 2014

Tidak Lupa tapi Membekas dalam Kenangan



Awal bergabung di lingkaran cahaya itu…gak inget kapan
Awal bertemu mereka itu…juga gak tau kapan
Yang pasti, aku bergabung dan bertemu mereka pada suatu lingkaran cahaya itu saat gabung ROHIS
:)

Pernah dan bahkan sering juga sih, kapan awalnya dipertemukan dengan mereka di lingkaran cahaya
Mengingat-ingat juga tempat, waktu, saat sedang ngapain,…
Tapi yaa, lupa!
Gak inget sama sekali..
Karna yang aku ingat, setiap pekannya..tiap hari sabtu, kami selalu menyempatkan diri, selalu hadir di lingkaran cahaya itu.

Selang berapa lamanya bersama…
Masih ada rasa, ko bisa yaa bergabung dengan lingkaran ini?
Hanya satu jawaban, ini skenario Allah :)
Jadi teringat akan doa kepada-Nya, bahwa saat SMA ini ingin sekali dipertemukan dengan orang-orang yang shalih, ingin sekali bisa diajak ke hal-hal yang kebaikan, dan tentunya ingin sekali gabung dengan Rohis karena saat SMP gak nerusin sampe akhir.
Eeh pas udah gabung di Rohis SMAN6, ternyata gak Cuma blajar ngaji, tajwid, buat kaligrafi aja!
Disini kita diajarkan bagaimana ber-Organisasi!
Subhanallah banget deh!

Di lingkaran ini memiliki karakter yang berbeda-beda. Mulai dari
Seorang yang suka cerita, tapi dia ketawa duluan sebelum menyelesaikan ceritanya. Eeh pas ending, garing! Tapi, dia mengajarkan aku untuk berani cerita. --> Mita

Ada lagi yang cereweeet banget, kalo cerita itu tanda koma (,) dan titik (.) diterobos! Yang diinget, kalo tiap cerita suka mukul-mukulin paha disebelahnya, rok SMA pun dia pukulin! Tapi, dia mengajarkan aku untuk berani berbicara. --> Meilinda

Terus juga ada yang keibuan banget, kalo dia udah sekali ngomong, kata-kata yang keluar dari mulutnya itu kata-kata bijak. Inget pas MABUK (Malam Bina Ukhuwah), kata-kata yang ia lontarkan ke kita pas udah puncaknya gak bener  pas sesi sharing, dialah yang bijak! Masya Allah. Dia mengajarkan aku untuk berbahasa bijak. --> Nada

Ada juga yang kritis dan manja. Unik deh yang satu ini. Belum paham banget sih dengan yang satu ini, tapi dialah sosok yang mengajarkan aku untuk kritis terhadap berbagai hal. --> Onya

Yang lain juga ada yang sosoknya tuh adem bangeeet, lembut tutur bahasanya, dia selalu berhati-hati jika ingin berbicara. Itu sih yang aku tangkep, dan dia mengajarkan aku untuk lemah lembut. --> Salsa

Lanjut ke pribadi yang selalu ingin dianggap dewasa oleh orang lain, aku sih melihatnya kalo dia masih bocah tapi dewasa. Tapi ya gitu, aneh jadinya. Dan dia juga yang selalu berani untuk berbicara kalo di saat yang lain gak fokus, banyak tertawa, ngejek, dsb..dialah yang awwalan bilang untuk “ayo dong jangan banyak ketawa”. Tapi, dia mengajarkan aku untuk berpikir dewasa. --> Lana

Juga ada pribadi yang selalu ceria. Walopun sakit bisa tertawa, hanya saja tidak seperti dia lagi sehat. bisa nyontoh cara bicara orang lain. Cara ngomongnya Syahrini pun dia bisa ikutin. Tapi, dia kelihatan aneh dan lucu malahan saat harus diam dan kalem. Itu gak berujung lama, yaa paling ada 5 menit. Abis itu dia cerita-cerita lagi deh. Dan dia mengajarkan aku supaya bisa menembus segala apa yang dirasa sendiri dan tetap ceria. --> Shofi

And finally, dia itu fleksibel. Bisa menempatkan dirinya ke usia berapapun. Dia orang yang bisa memberi nasihat ke orang lain dengan cara menempatkan dirinya sebagai teman. Dia mengajarkan aku untuk tegar dan melihat suatu kondisi dari berbagai sudut pandang. --> Lila

Dan, diantara kita semua ada satu Ibu dalam lingkaran cahaya ini. Dia tegas. Saat sesi cerita-cerita sudah terlalu lama dan harus masuk ke sesi materi, dia diam. Tanda bahwa kita harus menyudahinya dan lanjut untuk mendengarkan materi. Buat aku, dia mengajarkan aku untuk berperilaku tegas. --> Teh Dian.

Kalem dan pendiem…itulah yang ada pada diriku *katamereka

Ohya, aku memiliki keluarga kedua jadinya disini. Mereka memperlakukan aku layaknya saudara, teman. Belum pernah sekalipun aku dimarahi oleh mereka. Karna mereka tau bahwa aku tidak bisa dimarahi. Mereka tau bahwa dengan cara haluslah yang harus dihadapi. Yaa, dengan ketegasanlah nan lembut yang mereka terapkan.
Kalopun ada teguran, yaa itu membuat aku semakin memperbaiki sifat atau sikap atau perilaku agar semakin baik dan tidak diulangi.

Aku senang berada di lingkaran cahaya ini, yang diberi nama -->  Haura
Aku memang memiliki keterbasan gerak, keterbatasan berbicara, keterbatasan cerita, keterbataan keuangan, keterbatasan ilmu.
Tapi, aku selalu ber-syukur bertemu dengan haura.
Karena disinilah aku banyak belajar hal.

Dari segi ekonomi, mereka bisa menambahkan amal kebaikannya dengan membantu aku. Karena dengan begini, kita sama-sama dicatat oleh Allah. Mereka membantu aku dari aspek financial, dan aku membantu menengadahkan tangan untuk selalu berdoa dan bersyukur karena bisa saling bermanfaat.

Dari segi berbicara tentang cerita-cerita yang disampaikan. Mereka selalu bisa menyampaikan apa yang pernah dialami atau orang lain. Kadang membuat sedih, tapi yang sering membuat tertawa. Yaa walopun aku hanya ikut tertawa saja, tapi aku senang bisa merasakan kehangatan dan kebersamaan bersama lingkaran cahaya ini.

Itu dua hal dari yang lainnya. Dan masih banyak lagi.

Aku memang tidak ingat betul kapan pertama kali kita bisa digabungkan dalam lingkaran cahaya ini. Tapi aku selalu ingat bahwa kenangan di lingkaran ini selalu ada, selalu membekas, ini menjadi suatu kenangan yang tidak terhapuskan.

Rindu dengan kalian semua, lingkaran cahaya.