Awal bergabung di lingkaran
cahaya itu…gak inget kapan
Awal bertemu mereka itu…juga gak
tau kapan
Yang pasti, aku bergabung dan
bertemu mereka pada suatu lingkaran cahaya itu saat gabung ROHIS
:)
Pernah dan bahkan sering juga
sih, kapan awalnya dipertemukan dengan mereka di lingkaran cahaya
Mengingat-ingat juga tempat,
waktu, saat sedang ngapain,…
Tapi yaa, lupa!
Gak inget sama sekali..
Karna yang aku ingat, setiap
pekannya..tiap hari sabtu, kami selalu menyempatkan diri, selalu hadir di
lingkaran cahaya itu.
Selang berapa lamanya bersama…
Masih ada rasa, ko bisa yaa
bergabung dengan lingkaran ini?
Hanya satu jawaban, ini skenario Allah :)
Jadi teringat akan doa
kepada-Nya, bahwa saat SMA ini ingin sekali dipertemukan dengan orang-orang
yang shalih, ingin sekali bisa diajak ke hal-hal yang kebaikan, dan tentunya
ingin sekali gabung dengan Rohis karena saat SMP gak nerusin sampe akhir.
Eeh pas udah gabung di Rohis
SMAN6, ternyata gak Cuma blajar ngaji, tajwid, buat kaligrafi aja!
Disini kita diajarkan bagaimana
ber-Organisasi!
Subhanallah banget deh!
Di lingkaran ini memiliki
karakter yang berbeda-beda. Mulai dari
Seorang yang suka cerita, tapi
dia ketawa duluan sebelum menyelesaikan ceritanya. Eeh pas ending, garing! Tapi,
dia mengajarkan aku untuk berani cerita. -->
Mita
Ada lagi yang cereweeet banget,
kalo cerita itu tanda koma (,) dan titik (.) diterobos! Yang diinget, kalo tiap
cerita suka mukul-mukulin paha disebelahnya, rok SMA pun dia pukulin! Tapi, dia
mengajarkan aku untuk berani berbicara. -->
Meilinda
Terus juga ada yang keibuan
banget, kalo dia udah sekali ngomong, kata-kata yang keluar dari mulutnya itu
kata-kata bijak. Inget pas MABUK (Malam Bina Ukhuwah), kata-kata yang ia
lontarkan ke kita pas udah puncaknya gak bener
pas sesi sharing, dialah yang bijak! Masya Allah. Dia mengajarkan aku
untuk berbahasa bijak. -->
Nada
Ada juga yang kritis dan manja. Unik
deh yang satu ini. Belum paham banget sih dengan yang satu ini, tapi dialah
sosok yang mengajarkan aku untuk kritis terhadap berbagai hal. --> Onya
Yang lain juga ada yang sosoknya
tuh adem bangeeet, lembut tutur bahasanya, dia selalu berhati-hati jika ingin
berbicara. Itu sih yang aku tangkep, dan dia mengajarkan aku untuk lemah
lembut. --> Salsa
Lanjut ke pribadi yang selalu
ingin dianggap dewasa oleh orang lain, aku sih melihatnya kalo dia masih bocah
tapi dewasa. Tapi ya gitu, aneh jadinya. Dan dia juga yang selalu berani untuk
berbicara kalo di saat yang lain gak fokus, banyak tertawa, ngejek, dsb..dialah
yang awwalan bilang untuk “ayo dong jangan banyak ketawa”. Tapi, dia
mengajarkan aku untuk berpikir dewasa. -->
Lana
Juga ada pribadi yang selalu
ceria. Walopun sakit bisa tertawa, hanya saja tidak seperti dia lagi sehat. bisa
nyontoh cara bicara orang lain. Cara ngomongnya Syahrini pun dia bisa ikutin. Tapi,
dia kelihatan aneh dan lucu malahan saat harus diam dan kalem. Itu gak berujung
lama, yaa paling ada 5 menit. Abis itu dia cerita-cerita lagi deh. Dan dia
mengajarkan aku supaya bisa menembus segala apa yang dirasa sendiri dan tetap
ceria. -->
Shofi
And finally, dia itu fleksibel. Bisa
menempatkan dirinya ke usia berapapun. Dia orang yang bisa memberi nasihat ke
orang lain dengan cara menempatkan dirinya sebagai teman. Dia mengajarkan aku untuk
tegar dan melihat suatu kondisi dari berbagai sudut pandang. --> Lila
Dan, diantara kita semua ada satu
Ibu dalam lingkaran cahaya ini. Dia tegas. Saat sesi cerita-cerita sudah
terlalu lama dan harus masuk ke sesi materi, dia diam. Tanda bahwa kita harus
menyudahinya dan lanjut untuk mendengarkan materi. Buat aku, dia mengajarkan
aku untuk berperilaku tegas. -->
Teh Dian.
Kalem dan pendiem…itulah yang ada
pada diriku *katamereka
Ohya, aku memiliki keluarga kedua
jadinya disini. Mereka memperlakukan aku layaknya saudara, teman. Belum pernah
sekalipun aku dimarahi oleh mereka. Karna mereka tau bahwa aku tidak bisa
dimarahi. Mereka tau bahwa dengan cara haluslah yang harus dihadapi. Yaa,
dengan ketegasanlah nan lembut yang mereka terapkan.
Kalopun ada teguran, yaa itu
membuat aku semakin memperbaiki sifat atau sikap atau perilaku agar semakin
baik dan tidak diulangi.
Aku senang berada di lingkaran cahaya
ini, yang diberi nama -->
Haura
Aku memang memiliki keterbasan
gerak, keterbatasan berbicara, keterbatasan cerita, keterbataan keuangan,
keterbatasan ilmu.
Tapi, aku selalu ber-syukur bertemu
dengan haura.
Karena disinilah aku banyak
belajar hal.
Dari segi ekonomi, mereka bisa
menambahkan amal kebaikannya dengan membantu aku. Karena dengan begini, kita
sama-sama dicatat oleh Allah. Mereka membantu aku dari aspek financial, dan aku
membantu menengadahkan tangan untuk selalu berdoa dan bersyukur karena bisa saling bermanfaat.
Dari segi berbicara tentang
cerita-cerita yang disampaikan. Mereka selalu bisa menyampaikan apa yang pernah
dialami atau orang lain. Kadang membuat sedih, tapi yang sering membuat
tertawa. Yaa walopun aku hanya ikut tertawa saja, tapi aku senang bisa
merasakan kehangatan dan kebersamaan bersama lingkaran cahaya ini.
Itu dua hal dari yang lainnya. Dan
masih banyak lagi.
Aku memang tidak ingat betul
kapan pertama kali kita bisa digabungkan dalam lingkaran cahaya ini. Tapi aku
selalu ingat bahwa kenangan di lingkaran ini selalu ada, selalu membekas, ini
menjadi suatu kenangan yang tidak terhapuskan.
Rindu dengan kalian semua,
lingkaran cahaya.